BOLEHKAH BERAMAL ATAU BERFATWA DENGAN PENDAPAT YANG TIDAK MU’TAMAD ?

Oleh : Abdullah Al-JiraniAda yang beranggapan, bahwa tujuan seorang bermadzhab hanya ingin mencari dan mengamalkan pendapat-pendapat yang ringan dan enak menurut dirinya serta meninggalkan pendapat yang mu’tamad (terpilih). Sehingga muncullah ungkapan-ungkapan yang kesannya mendiskritkan para pecinta madzhab, khususnya madzhab Syafi’i, … Continue reading “BOLEHKAH BERAMAL ATAU BERFATWA DENGAN PENDAPAT YANG TIDAK MU’TAMAD ?”