INDONESIA TANPA ISLAM?

Pada tahun ini Indonesia genap berusia 74 tahun, tentunya Islam tidak pernah lepas peranannya dalam memperjuangkan dan mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia. ” Indonesia Tanpa Islam ? ” Menjadi tema yang diangkat oleh komunitas Indonesia Tanpa JIL (disingkat ITJ, re) Chapter Bogor pada kajian rutin Ahad, 25 Agustus 2019.
Di tengah padatnya agenda, Uztad Akmal Sjafril, selaku Koordinator Pusat ITJ kembali memaparkan dalam materinya Dari Islam Untuk Indonesia dimulai dengan membawa Peradaban. Islam di Indonesia melahirkan peradaban Islam yang sesuai dengan esensi kata peradaban itu sendiri yaitu adab, kesederhanaan Islam mempunyai daya tarik sendiri antara lain prinsip egaliter dimana tidak ada kasta seperti pada zaman peradaban Hindu-Buddha.

Jamaah Kajian “Radikal” ITJBogor

“Kontribusi Islam untuk Indonesia dapat dilihat dari pembelaan terhadap tanah air dan perlawanan para pejuang melawan penjajah dengan ghirah yang kuat. Peristiwa Bandung Lautan Api, dan 10 November menggambarkan ghirah yang kuat untuk memperjuangkan tanah air bahkan sejak konsep negara Indonesia tercipta yaitu pada Kongres Pemuda II tahun 1928, yang terdiri dari berbagai organisasi kepemudaan Jong Sumatranen Bond, Jong Java, Jong Celebes dan hanya ada satu kepemudaan yang sudah nasionalis pada saat itu yaitu Jong Islamieten Bond karena sudah tidak mengusung nama daerahnya.” ungkap Akmal di Masjid Alumni IPB (25/8/2019).

Akmal juga memaparkan bahwa jauh sebelum momentum Sumpah Pemuda, Islam telah datang ke Indonesia melalui Samudera Pasai dengan membawa peradaban dengan bahasa sebagai media. Dan ternyata, Bahasa Arab ini sangat mengakar di Indonesia karena banyak diserap menjadi Bahasa Indonesia di kalangan rakyat jelata/pribumi, menggantikan bahasa dan tulisan pada zaman nenek moyang terdahulu yaitu Sansakerta dan Huruf Palawa yang pada saat itu hanya dimengerti oleh kaum bangsawan saja. Masuknya Islam ke Indonesia ini dengan membawa bahasa sebagai cermin logika, rasionalitas, dan praktis menjadikan baca-tulis berkembang di Indonesia.
“Islam juga melahirkan banyak tokoh-tokoh terbaik bangsa yang sholeh antara lain Syaikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi yang merupakan imam Masjidil Haram yang juga paman dari KH. Agus Salim, H. Oemar Said Tjokroaminoto, KH. Hasjim Asyari, Buya Hamka dan Jenderal Soedirman yang terkenal dengan perang gerilyanya.” pungkas Akmal. (kya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.