JANGAN MENJADI PENOLONG SYAITHON

Di saat banyak orang berusaha untuk mendakwahkan Islam kepada segenap manusia dan mengajak mereka untuk masuk ke dalamnya, ada segelentir orang yang justru membantu syetan untuk memurtadkan orang-orang yang telah masuk ke dalam Islam. Na’udzubillah min dzalik

Diriwayatkan dari Abu Hurairah –radhiallahu ‘anhu- dari Nabi -shallallahu ‘alahi wa sallam- bersabda :”Janganlah kalian menjadi penolong syetan untuk saudara kalian.” [H.R. Al-Bukhari : 6781]

Dakwah yang keras, serta jauh dari sifat hikmah dan kasih sayang, hanya akan melahirkan orang-orang semacam ini. Dakwah itu tidak hanya butuh kepada ilmu, namun juga butuh kepada hikmah. Orang-orang yang baru masuk ke dalam Islam (mualaf), atau orang-orang yang baru berhijrah, hendaknya kita bimbing dengan penuh kasih sayang. Agar dapat istiqamah sampai akhir hayatnya. Semua membutuhkan proses untuk menuju ke arah lebih baik, tidak bisa sekejap mata !

Bukankah kita dulu juga berproses ? bahkan mungkin proses kita lebih lama dan sulit ? Tapi kenapa kita tidak mau memberikan ruang kepada orang lain untuk melakukan perbaikan setahap demi setahap ?

Berapa banyak orang yang menjauh dari dakwah Islam ?! Berapa banyak saudara-saudara kita yang telah hijrah, yang akhirnya mereka menjauh dari kita ?!. Bukan karena Islamnya yang buruk ataupun manhaj Salafnya yang salah, akan tetapi karena perbuatan kita yang jauh dari nilai-nilai kebaikan dan kesantunan yang termaktub dalam manhaj salaf itu sendiri

Sering kali kita melakukan hal-hal buruk, tapi kita poles dengan slogan-slongan islami, seperti “amar ma’ruf dan nahi munkar”, atau “cemburu terhadap agama Allah”, atau “memperjuangkan agama Allah”, dan yang lainnya

Ini baru salah satu contoh, mungkin kasus-kasus lain masih banyak. Dalam kondisi seperti ini, kita tidak perlu menyalahkan siapa-siapa, tapi mari kita salahkan diri kita masing-masing, lalu kita benahi. Untuk para da’i, ini merupakan salah satu PR yang perlu mendapatkan perhatian serius. Mari bersama membenahi jama’ah dan komunitas kita masing-masing

Abdulah Al Jirani

Sumber : klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *