“LGBT? Lu Bisa Sembuh”

Oleh: Adi Zulfikar, pegiat ITJ chapter Bogor

Ahad (7/1/18) #IndonesiaTanpaJIL Chapter Bogor dan LDK Al-Ghifari IPB Bogor bekerja sama mengadakan kajian yang bertajuk “Ada Apa Dengan LGBT? Dibalik gerakan masif LGBT di Indonesia”. Kajian ini diisi oleh Randy Iqbal, Koordinator #IndonesiaTanpaJIL Chapter Depok dan Ust. Akmal Sjafril, Koordinator pusat gerakan #IndonesiaTanpaJIL.

Kajian dibuka dengan tilawah Al-Quran surat al-Hijr yang membahas tentang kisah Malaikat yang diutus Allah SWT untuk mengadzab kaum Nabi Luth as atas perilaku keji nya. Kemudian diisi dengan cerita Randy tentang bagaimana pergaulannya dengan teman-teman yang mengidap LGBT. “Gue punya beberapa temen yang mengidap LGBT. Mereka sadar kalo sebetulnya mereka sedang sakit dan pengen sembuh, tapi sayangnya cuma ngomong doang. Mereka tetep bergaul dengan teman-teman yang suka maksiat dan suka party-party. Kalo lu beneran mau sembuh ya lu tinggalin lah lingkungan kaya gitu.” kata Randy.

Kajian yang dihadiri oleh ratusan peserta yang memadati Masjid Al-Ghifari ini serta di siarkan langsung di Fanpage #ITJBogor kemudian dilanjutkan dengan pemaparan oleh ust. Akmal Sjafril. Beliau menjabarkan tentang akar masalah dari LGBT yang merupakan pintu masuk dari paham sekularisme.

“Bila dibuka dan dilihat lebih dalam, masalahnya terletak pada kesalahan mereka dalam memahami konsep gender. Gender berbeda dengan jenis kelamin atau sex. Sex dibagi menjadi laki-laki dan perempuan, sementara gender dibagi menjadi feminim dan maskulin. Sehingga terlihat ada laki-laki yang feminim atau maskulin, begitu juga sebaliknya. Belum lagi istilah Gender Identity dan lain-lain yang membuat lebih kompleks. Kalau dibuka lebih jauh lagi, akar masalahnya ada pada Sekulerisme yang memisahkan antara urusan dunia dan akhirat” papar Ust. Akmal.

Ust. Akmal juga menjelaskan bahwa sebetulnya ada propaganda masif yang sedang disebarkan untuk melegalkan LGBT. Kelompok LGBT ini menyebut tahun 2018 dengan sebutan two thousand gay teen. Maka sejatinya kita perlu lebih waspada. Apalagi bahaya yang paling parah dari LGBT ini bukan soal penyebaran penyakit, tetapi rusaknya sebuah peradaban.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *