MENYIAPKAN GENERASI RAHMATAN LIL’ALAMIN

Berbagai realita di dunia pendidikan saat ini mengetuk nurani kita untuk kembali memikirkan model pendidikan apa yang tepat dan baik untuk melahirkan generasi terbaik, generasi yang mampu menjadi rahmat bagi sekalian alam. Berbagai peristiwa yang tidak beradab yang dilakukan oleh anak didik kita menunjukkan ada masalah yang mendasar pada pendidikan di negeri ini. Dan masalah mendasar itu tidak sesuainya arah pendidikan dengan apa yang dikehendaki sang Pencipta manusia.
Pendidikan sejatinya harus memiliki tujuan sesuai tujuan penciptaan manusia. Manusia diciptakan untuk menjadi pemelihara bumi dan menjauhkannya dari kerusakan dan pertumpahan darah. Dan diantara manusia terpilih yakni para Rosul juga diutus untuk menjadi Rahmat bagi sekalian Alam. Maka pendidikan harus mampu melahirkan manusia-manusia yang membawa kemaslahatan dan kedamaian. Pendidikan harus mampu melahirkan generasi -generasi Rahmatan Lil’alamin. Pendidikan harus dibangun diatas tonggak-tonggak peradaban Rahmatan Lil’alamaiin. Iman yang terpatri, akhlak yang mempersona, kecintaan pada ilmu, dan karakter kepemimpinan.
Generasi Rahmatan Lil’alamin harus mampu jadi pemimpin, dimulai dari memimpin diri. Maka menyiapkannya harus dengan pendidikan yang mampu mengantarkan setiap anak didiknya mengenal dan memahami potensi diri, bersyukur atas segala potensi itu dengan mengembangkan, mendayagunakan dan memaksimalkannya untuk sebanyak-banyaknya manfaat bagi manusia dan sekalian alam. Pendidikannya harus mampu menjadikan setiap anak didik bukan hanya tahu tetapi terampil dan mampu bersikap dengan bijaksana terhadap diri dan lingkungannya. Pendidikan yang mampu membangun karakter dan akhlak mulia lebih utama dari pencapaian angka-angka. Pendidikan yang mengembangkan logika dan cara berfikir yang luas dengan melakukan banyak percobaan dan melakukan berbagai pengalaman. Pendidikan yang menjadikan setiap anak bertanggungjawab dan mandiri dalam kehidupannya.
Setelah memimpin diri juga memimpin sekitarnya. Maka pendidikan harus menjadikan setiap anak didik dekat dengan realita kehidupannya. Pendidikan bukan menjauhkan dari kenyataan. Pendidikan adalah mengalami kehidupan yang diskenariokan. Untuk itu pendidikan sejati tidak boleh lepas dari konteks alam dan masyarakatnya. Pendidikan harus mampu menjadikan anak didik sangat faham dan peka terhadap lingkungan dan masyarakatnya. Pendidikan harus mampu menjadikan anak didik tidak hanya menjadi orang yang baik tetapi orang hebat yang mampu bermanfaat dan menjadi solusi bagi lingkungan dan masyarakatnya.
Pendidikan berbasis alam dan masyarakat, bisa menjadi sebuah proses pendidikan yang melahirkan generasi Rahmatan Lil’alamin. Dengan banyaknya anak didik bersentuhan dengan alam, diharapkan mereka bisa memahami demikian pentingnya alam bagi kehidupan mereka. Melalui berbagai kegiatan pengalaman dan peng-alam-an belajar yang beregam anak didik akan lebih bisa bersikap baik terhadap alam dan terampil dalam memanfaatkan dan melestarikannya.
Sementara dengan disentuhkannya peserta didik dengan kehidupan masyarakat nyata, akan menjadikan mereka peka terhdap masalah yang ada di sekitarnya. Pendidikan tidak menjadi menara gading yang terpisah dari masyarakat, yang akhirnya melahirkan peserta didik yang tidak bisa menjadi solusi bagi masyarakatnya, atau lebih buruk dari itu malah menambah masalah di masyarakat. Kata-kata bijak dari Afrika yang berbunyi it takes a village to raise a child menggambarkan demikian butuhnya pendidikan oleh dukungan masyarakat dan sebaliknya demikian butuhnya masyarakat untuk diberikan perubahan oleh agen-agen perubahan yang lahir dari lembaga pendidikan.
Jika pendidikan telah mampu melahirkan generasi yang mampu memimpin diri dan orang yang ada di sekitarnya, mampu bijak dan melestarikan alam serta mampu menjadi solusi bagi kehidupan masyarakatnya, saat itu generasi rahmatan li’alamin akan hadir. Hadir untuk memberikan perubahan dan memberikan dampak kebaikan di kehiduoan. Do’a kita di bulan berkah ini semoga Alloh SWT mudahkan kita semua, para pendidik, orang tua dan pemerintah bersatu padu melahirkan generasi rahmatan lil’aalamin. Wallohu a’lam (YAM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *