Mengunjungi Nyonya Nike

Mengunjungi Nyonya Nike

Oleh @randdict

Masih ingat kejadian yang membuat kulit jidat berkerut. Viralnya beberapa foto dan video dengan tulisan “Keos” di social media?.. Sepertinya sikataran 3-4 harian kemarin. Tragedi tersebut terjadi dipusat perbelanjaan Grand Indonesia, mall kelas atas dibilangan bundaran HI.

Yup, ditenggarai dari salah satu brand sporty papan atas asal America “Nike”, yang sedang menggelar diskon besar-besaran  hingga 90% sale pada hari itu. Massa datang layaknya zombie yang kehausan darah, tapi kali ini bukan darah sungguhan, melainkan “laper mata” yang membuncah untuk segera mendapatkan diskon sepatu dengan harga yang cukup murah. Terlihat dalam video tersebut, Awalnya perlahan massa mengantri dengan penuh kesabaran diluar pintu. Namun lama kelamaan insting radikalnya tidak tertahan sampai terjadilah saling dorong mendorong hingga berhasil menjebol rolling door counter, persis seperti jebolan semacam acara-acara gig. Bahkan ini lebih parah.

Apa yang kita hendak bahas dari fenomena ini?.. Begini, saya tidak menyalahkan pihak brand yang melakukan sale besar-besaran, tapi sangat disayangkan sikap masyarakat yang hadir terkhusus untuk yang beragama Islam. Apa yang membuat kalian begitu tergugah mendatangi bazzar cuci gudang tersebut, sedangkan umat Islam yang lain sedang membangun hal krusial segi ekonomi keumatan dengan 212 mart dan brand-brand lainnya yang di inisiasi umat Islam saat ini.

Dimana dukungan kalian wahai saudara seiman. Masih saja kilauan emosi dan hawa nafsu sebuah keinginan memiliki brand menghilang akalkan diri kita. Apa tidak malu, wajah kalian bermunculan di sosmed?.. Untuk apa semua yang kemarin itu. Seharusnya banyak yang dapat kalian lakukan, dibanding tumpang tindih bergelut dengan jiwa keren-kerenan antar kelas berebut sepatu idaman.

Buka smart phone mu wahai saudaraku, pergilah menuju search engine dan ketik ‘Somalia’, bagaimana wajah kehidupan masyarakat Somalia, apakah mereka terlihat panik tidak memakai sepatu?.. Sendal mungkin?.. Mereka terlihat melenggang penuh senyum, tanpa kegundahan sedikit pun soal alas kaki. Mereka menderita, tapi tidak dengan psikis dan hawa nafsu mereka.

Mereka mendukung bangkitnya perekonomian umat Islam diseluruh dunia. Agar lekas mampu memakmurkan bangsa-bangsa mayoritas muslim yang terjajah dan serba kekurangan. Tetapi bagaimana ekonomi Islam bisa bangkit, jika kita masih bangga berebut brand barat yang tidak penuh Kasih terhadap umat Islam dan negeri ini.

Sedikit mengenai “Nike”, ada yang sudah tahu belom kalau dalam mitologi Yunani Nike artinya ‘yang berarti kemenangan’ hubungannya yakni dengan Dewi kemenangan dan keberhasilan. Banyak yang mengibaratkan Dewi Nike dengan Dewi Victoria, khususnya warga Romawi. Menurut dongeng, Dewi Nike merupakan Putri dari Pallas (Titan) dan Styx (Dewi Air). Adik perempuan dari Cratos, Bia dan Zelus. Mereka semua membersamai Zeus tatkala perang melawan Titan.

Sebagian dalam gambar, Nike kerap dilukiskan bersayap sama dipatung juga begitu. Tapi ada juga dewi-dewi Yunani kuno meniadakan sayapnya. Selain berteman dengan Athena, Nike merupakan Dewi yang kuat dengan kecepatan dan kemengan yang sering digapai ditiap kompetisi maupun perang.
Lanjut kesoal logo, pernah penasaran gak apa maksuh logo ceklis ala pontennya Nike?.. Logo tersebut dikenal dengan nama “Swoosh”.diciptakan oleh  Carolyn Davidson pada tahun 1971. Beliau ini mahasisiwi desain grafis diportland Unv. Sudah sejak 1970-an digunakan untuk motif spatu sport. Namun tanda ceklis resmi di daftarkan sebagai brand jualan mulai tahun 1995.

Usut punya usut ternyata desain logo Nike merupakan makna sayap Dewi Nike, pas dengan perusahaan yang memproduksi spatu running. Jika menelusuri tag line nya yang berbunyi “Just Do It”,maka terdapat acuan pengaplikasian dari sebuah logo belaka menjadi semangat menuju target pasar dalam perang dan kompetisi hidup seluruh generasi. Saya kira ini propaganda sebuah logo dalam mewujudkan perusahaan besar. Tak bisa dipungkiri terdapat banyak perusahan yang maju pesat dengan makna dan unsur filofis sebuah logo.

“just Do it” jika di Indonesia kan berarti “Lakukan Saja!”. Terdengar biasa-biasa saja sepertinya memang. Namun perlu diketahui, bahwa seorang bapak satanis modern “Alister Crowley” pernah juga mengatakan dalam hidupnya, “Lakukan saja apa yang kamu mau!”. Apakah ini kebetulan atau hanya kemiripan, jika benar hanya mirip. Saya yang bermula memiripi, Alister atau Nike?..

Selain itu figur Nike dikenal sejak piala FIFA pertama kali dalam gelaran piala Julea Rimet. Dan Dewi Nike juga pernah termaktum dalam koin. Serta figur Nike sukses digunakan untuk medali Olimpiade musim panas. Gambarnya yang sedang memegang daun palem ditangan kiri dan mahkota kemenangan ditangan kanan, sejak 1928.

Saya jadi curiga mengenai perintah “Lakukan saja apa yang kamu mau”. Semacam aroma liberalisme yang kuat. Mengajak semua orang untuk melakukan kebebasan dengan penuh percaya diri tanpa indikator yang jelas. Iya untuk masyarakat barat, tapi tidak bagi muslim. Seharusnya kite peka soal beginian. Dan jangan sampai tidak ingat kalau Nike termasuk brand besar pendukung LGBT kelas wahid, setelah Starbucks.

“just Do It”, sebuah kata atau lebih terdengar seperti bisikan yang sengaja ditempelkan ke produk-produk sport terkenal itu , demi mengkampanye kan “kebebasan” dalam segala bentuk. Ingat kita umat muslim, sejatinya memiliki keberhutangan terhadap Allah Azza Wajalla. Dengan diterapkannya kewajiban kita untuk beribadah kepadanya serta mentaati seluruh aturan dan menjauhi apa yang dilarang Nya.

Semoga bukan karena perintah “Just Do It” pula yang menggerakan hati dan pikiran orang-orang yang berlaku chaos di Grand Indonesia memburu spatu diskon yang brandid itu.

Wahai sahabatku, marilah sama-sama mendukung bangkitnya perekonomian Islam. Dengan mensupport dan membeli produk-produk teman, kerabat dan masyarakat Islam yang sedang merintis bisnisnya di Indonesia. Dukung mereka yang hasil penjualannya produknya dialokasikan sebagai infaq untuk sodara-sodara kita yang membutuhkan, didalam negeri maupun dibelahan dunia yang masih terjajah.

Jadilah manusia yang tidak mainstream, senang dengan keseragaman pewujud kestabilan kapitalisme dunia. Lawan, bangkitkan, timbulkan kebanggaan diri untuk menggunakan produk-produk lokal milik negeri sendiri. Masa iya belum tahu, kalau produksi sepatu terbaik diseluruh dunia itu ya Indonesia. Yang paling berkualitas yang dari Indonesia. Jadi biar skomprehensif, beli brandnya juga yang Indonesia punya. Agar saudara-saudara kita yang awam dan hanya hendak mencari nafkah, bisa bekerja di perusahaan-perusahaan muslim yang berpihak pada keumatan. Guna mewujudkan keadilan dan keberadaban.

 …كَيْ لا يَكُونَ دُولَةً بَيْنَ الأغْنِيَاءِ مِنْكُمْ…. (الحشر: 7)

“… Supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu….” (Al-Hasyr: 7)

Wallahua’lam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *