#MerekaBicaraToleransi Tanggapan dari Film pendek “Aku adalah Kamu yang lain”

Mereka Bicara Toleransi (Tanggapan dari film “Aku adalah Kamu yang lain)

Ternyata bukan saja kita yang gundah, pekerja seni negeri ini pun risau mengenai apa yang terjadi akhir-akhir ini di tanah Indonesia. Mereka terdiri dari Ari Untung, Mario, Anandita dan Dimas Seto. Ini soal apa ya?.. Yup mengenai bagaimana sebuah agama yang terus didiskreditkan oleh banyak pihak. Seolah-olah terdapat ragam kesalahan dari agama yang satu ini. Dan pantas untuk dihidangkan dengan tensi pembicaraan yang tinggi kekhalayak luas.

Ironisnya, saat sebuah kesalahan fake yang terlalu dibuat-buat kemudian dijadikan satu tayangan untuk ajang perlombaan dengan tujuan pundi-pundi keuangan serta sepak terjang para pembuatnya, jelas membuat kerongkongan ini mengering. Yang saya maksudkan disini yakni sebuah film yang viral dengan judul “Aku Adalah Kamu Yang Lain” untuk kejuaraan police award. Dan sangat diapresiasi pihak panitia penyelenggara. Padahal berisikan kepalsuan belaka.

Untung saja, umat muslim Indonesia ini cukup intelek dalam menanggapi jaringan, sekumpulan atau organisasi yang sedang mencoba memusuhi agama. Balasan terkait film “Aku adalah Kamu yang Lain” karya Anto Galon ini sudah banyak ditanggapi dengan berbagai strategi kecerdasan. Mulai dari tulisan, poster grafis, sampai film balasan yang ceritanya persis sekali dengan film tersebut (garapan sutradara Zaki Dispenser pembina Punk Muslim Bekasi) namun muatannya sebaliknya, rupawan berkelas sekali untuk membalas konten dari film milik Anto Galon yang penuh kebohongan itu.

Saya kira, kita tidak boleh menganggap remeh kejadian kemarin. Memang itu hanyalah sebuah film, namun film itu tidaklah biasa. Sebab dalam kisah dan visualisasinya terdapat polarisasi skema penggiringan opini. Jika tidak mampu umat menjawab maka gawat, banyak masyarakat yang manggut-manggut kemudian tersetel dalam hati dan pikiran bahwa kejadian semacam itu pernah atau mungkin terjadi ditengah-tengah masyarakat.

Ada yang ingat bagaimana adegan yang menyentak dalam film “Aku adalah Kamu yang Lain”?… Saya coba ajak untuk tidak lupa. Jadi terdapat adegan dimana ada jamaah majelis yang mengadakan tabligh dijalan. Kemudian mobil ambulan berisikan pasien yang kritis tidak diperkenan kan melewati jalan yang sedang digunakan untuk pengajian tersebut. Kebetulan pasien didalam mobil ambulan tersebut pasangan nonmuslim. Terjadi perdebatan keras yang menunjukan kalau umat Islam tidak rela untuk memudahkan derita sipasien menuju kerumah sakit melewati jalan tersebut.  Ini kepalsuan namanya umat Islam tidak pernah begini. Dan memang tidak akan terjadi.

Soal toleransi jangan ajarkan kami. Umat Islam sudah tamat dalam bahasan bab toleransi. Namun pihak lawan memang tidak senang, inginnya memframing, dengan mencari titik lemah atau kesalahan umat Islam. Alhamdulillah, Allah selalu lindungi umat muslim. Akhirnya dengan tawaran menggiurkan dibuatlah proyek fitnah demi menstigmasisasi adanya Islam radikal yang mengoyak keutuhan bangsa.

Well, ini ada satu buah video menarik, berisikan opini-opini dari para aktris dan aktor negeri kita. Setelah mereka menyaksikan film karya Anto Galon,  “Aku adalah kamu yang lain”. Kini mereka meluapkan jawaban-jawaban yang tidak terduga serta cukup menenangkan hati nurani kita. Video ini digagas oleh sebuah PH Dakwah benama “cinematodawah” yang memang sering kali memproduksi teaser, film pendek, dokumentasi kajian, vlog-vlog unik dan menarik seputar Islam.

Video : #MerekaBicaraToleransi

Baiklah, saya rasa kita juga sudah tidak sabar lagi melihat komentar para pekerja seni Indonesia terkait film yang mendeskreditkan Islam tersebut. Mari menyaksikan dan jangan lupa mensubcribe channel Youtube Cinematodawah. Kemudian jangan ragu untuk menshare video ini ke segala penjuru. Semoga Allah menguatkan kita dalam kegigihan membela agama yang Rahmatan Lilalamin ini. (@randdict)

Wallahua’lam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *