Dzulhijjah

DZULHIJJAH
Oleh Yasir Amarulloh

Bulan terakhir di bulan Hijriah
Menyimpan makna yang melimpah ruah
Bagi setiap hamba yang ingin beribadah
Mengabdikan diri untuk menggapai Ridho-Nya

Di bulan ini ada keteladan seorang Nabi
Yang berjuang besama sanak Famili
Nabi Ibrohim Alaihissalam kekasih Ilahi
Yang Alloh jadikan Imam manusia dengan banyak uji

Terlahir di keluarga penyembah berhala
Tak padamkan fithroh ketauhidannya untuk tetap membara
Maka ia mulai bertanya siapa sesungguhnya Tuhannya
Yang layak ia sembah dan menjadi tujuan segala du’a

Maka setelah perenungan berkali kali
Ditemukannya kebenaran Hakiki
Bahwa tuhannya adalah Dzat Maha Suci
Pencipta segala yang ada di langit dan di bumi

Keyakinannya harus menemui uji
Berhadapan dengan kekuasaan Tirani
Namrudz yang mengaku Tuhan atas segala yang di bumi
Hingga ia dibakar dalam kobaran api
Tak hanya itu Ujian yang Alloh beri
Tapi didatangkannya silih berganti
Agar ia tetap menjadi yang terpilih diantara pa Nabi
Menjadi Nabi yang menjadi contoh ketauhidan pada Illahi

Setelah usia tua, ia berharap ada yang meneruskan da’wah
Maka ia memohon agar mendapatkan keturunan dari istrinya Sarah
Tetapi memberikan keuturunan pertama dari Hajar yang Mulia
Lahirlah Isma’il , seorang anak yang dinanti kehadirannya

Alloh kemudian uji kembali
Diperintahkan agar Hajar dan Isma’il dibawa pergi
Ditinggalkan dilembah gersang tak berpenghuni
Didekat artefak rumah Alloh yang suci

Tapi ketegaran Ibrohim dan sanak famili
Menerima ujian Alloh tak bisa kita tandingi
Sang Istri menerima apa yang menjadi keputusan suami
Dan siap tinggal di tempat gersang tak berpenghuni

Sang Bunda harus seorang diri
Membesarkan Isma’il yang masih bayi
Sampai suatu hari kemudian keringlah ASI
Karena kurangnya mimunan dan makanan bernutrisi

Maka iapun harus berlari-lari
Melalui dua bukit berbatu di siang hari
Berlari-lari kecil sampai tujuh kali
Untuk mendapatkan air yang akan melepas dahaga dan dibutuhkan sang bayi

Maka hari ini kita kenal sa’i
Sebuah perjalanan yang merekontruksi
Upaya Bunda hajar demi memberikan minum bagi sang Bayi
Ismail yang dititipkan oleh sang kekasih hati

Kala Ismail sudah beranjak dewasa
Ibrahim kembali bisa berjumpa
Untuk melepas rindu dan bercengkrama
Tapi ternyata itu tidak bisa berlangsung lama

Alloh kembali turunkan perintah-Nya
Melalui mimpi yang nyata wahyu diterima
Ibrohim Alaihissalam harus menyembelih anaknya
Dan iapun harus menyampaikan kabar itu segera

Maka kita mendapat pelajaran sangat berharga
Pada sosok ayah Ibrohim yang menyampaikan apa yang ia terima
Karena itu adalah wahyu yang harus disampaikannya
Maka tak ia sembunyikan meski sangat berat resikonya

Kita pun belajar dari sosok anak yang mulai dewasa
Yang menerima apa yang diperintahkan Alloh pada Ayahnya
Lakukanlah apa yang Alloh perintahkan padamu awahai ayah ia berkata
Niscaya kau dapati aku menjadi orang yang sholeh itu timpalnya
Demikian juga kepada sang bunda
Kita belajar banyak bagaimana ia siap menerima
Ketentuan Alloh melalui suami yang ia cinta
Meski itu harus mengorbankan jiwa dan raga

Maka mari jadikan Dzulhijjah bulan yang berharga
Untuk kita kembali menata keluarga
Agar mampu meneladani keluarga Ibrohim yang mulia
Sehingga kelak kita bisa bersamanya di surga

Bandung, awal Dzulhijjah
Di sudut kelemahan diri meneladaani sosok kekasih Illahi
Allohumma Sholli a’alaa Muhammad Wa’alaa Alii Muhammad
Kamaa Shollaita A’laa Ibrohiim Wa’alaa Aali Ibrohiim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *